Archive for December, 2007

Yang Terlupa

Ada yang hilang dari diri ini, sudah lama hilang, dan ironisnya baru kusadari kemarin. Ya, satu hobiku, yang insya Allah banyak memberi manfaat bagi perbaikan diri. Hobi mendengarkan cerita orang dan bertukar pikiran, berbagi taushiyah, serta saling menguatkan. Entah kapan terakhir kali aku melakukannya.
Kemarin, kenangan masa laluku kembali. Kubuka lagi email2 temanku, baik yang sudah lama kukenal, yang dulu pernah ada dan sekarang menghilang entah kemana, serta sahabat2 yang dengan setia masih bersamaku hingga saat ini, berusaha menutupi perih yang kerap kali kukeluhkan (kenapa mereka tak pernah bosan? bahkan aku sendiri kerap kali merasa bosan dengan ini semua… Kehidupan yang sungguh membosankan, keluhku tiap kali…).
Allah… Sungguh… Air mata ini hampir menetes membaca email2 itu.. Darimana kubisa merangkai semua kata-kata indah itu, optimis, sama sekali tidak ada gurat putus asa dan kesedihan dari diri ini. kenapa sekarang semua hilang? Hampir tak berbekas… Ya… Memang… Salah satu cara menjaga keimanan adalah bergaul dengan orang-orang yang sholeh, hal yang telah lama kutinggalkan. Awalnya hanyalah karena bosan, wanna break 4 a while, lepas dari semua dunia itu, mencoba menikmati hidup dengan warna baru. ternyata malah membuatku semakin terpuruk, terpuruk, dan hanya terpuruk lebih dalam lagi.
Waktu berlalu tanpa memberi arti, begitu saja terlewat, tanpa meninggalkan kesan, tanpa berusaha mencari hikmah. semua hanyalah sama, tak berbekas. Bahkan debu pun sepertinya tak sudi lagi meninggalkan arti di hidupku.
Allah… maafkan hamba-MU ini, menjadi manusia yang merugi, yang hari-harinya berlalu tanpa perbaikan yang berarti, bahkan menjadi lebih buruk…
Tapi, sedikit pun aku tidak berniat untuk mengubahnya. aku hanya ingin memperbaikinya. karena mengubah berarti memulai proses dari awal, hal yang tidak mungkin untuk kulakukan. lari bukanlah solusi, tetapi mencoba kembali berdiri tegak dan menjalani semua dengan lebih bijak jauh lebih baik dan lebih bermartabat di mata Allah.
Yup… Aku telah jatuh tersungkur, terjerembab, bersimbah peluh dan darah, tak memiliki asa tuk hidup… Tapi Ia telah menyadarkanku dengan lembut, lewat sebuah kejadian tak terduga sebelumnya. Aku masih hidup, masih banyak langkah yang kan kutempuh, haruskah kulewati semuanya dengan sia2. Bila kutelah melalui separuh langkahku, biarlah kugenapkan semuanya dengan indah, dan kuakhiri dengan cara terbaik yang Kau harapkan, bukan berlari pergi dan mencari jalan baru.
this is my way. ini jalan yang kutempuh, dan aku tak pernah menyesalinya sedikitpun. cukuplah semua menjadi bahan introspeksi diri..
Allah… kumakin mencintai-MU… berulang kali ku terjatuh, dan Kau tak pernah bosan menyentuhku dengan lembut kasih-MU…
mungkin, akulah hamba-MU yang paling beruntung, mendapat perhatian yang sangat besar dari-MU
Rabb… I love You…